Suahasil Jadi Menkeu, Harapan Baru Transparansi Kementerian Keuangan

  

Jakarta - Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam memberantas penyelundupan serta dugaan jaringan mafia kepabeanan.


Suahasil memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik pada 14 September 2026, ia pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal dan menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Rekam jejak tersebut membuatnya memahami sistem, persoalan internal, serta pola koordinasi antar lembaga.


Pembenahan Bea Cukai tidak cukup melalui inspeksi mendadak, ancaman pencopotan, atau pernyataan keras yang kemudian viral. Pemberantasan mafia membutuhkan pengawasan berbasis data, pemeriksaan internal, penelusuran aliran dana, rotasi jabatan rawan, serta koordinasi dengan Polri, Kejaksaan, KPK, dan PPATK.


Pergantian ini sekaligus membuka peluang memperbaiki komunikasi publik Kementerian Keuangan. Pada masa Purbaya, pernyataan yang lugas dan kontroversial kerap menarik perhatian. Namun, gaya tersebut juga dapat dipersepsikan lebih menonjolkan sensasi atau gimik apabila tidak diikuti data dan hasil penanganan yang terukur.


Publik membutuhkan informasi yang lebih substansial, mulai dari modus pelanggaran, nilai barang yang diamankan, potensi kerugian negara yang dicegah, perkembangan pemeriksaan, hingga sanksi terhadap pihak yang terbukti terlibat. Komunikasi pemerintah seharusnya menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat, bukan sekadar kutipan yang viral.


Arah tersebut sejalan dengan komitmen awal Suahasil untuk menjaga kredibilitas APBN dan membangun komunikasi publik yang dapat dipercaya. Richard Borsuk selaku adjunct senior fellow di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University pengangkatan suahasil Nazara menjadi Menkeu saat ini. Ia mengatakan pasar akan menyambut positif pergantian Menteri Keuangan sekarang karena Suahasil dinilai disukai para lembaga pemeringkat.


“Pergantian Menteri Keuangan merupakan langkah yang baik. Pasar kemungkinan akan menyambutnya secara positif dan lembaga pemeringkat juga telah mengenal serta menyukai Nazara.”, ujarnya.


Angus Mackintosh selaku spesialis ASEAN dari Aletheia Capital juga menilai pergantian Menteri Keuangan Indonesia dapat membuat kebijakan ekonomi lebih stabil dan menambah ketenangan pasar obligasi dan saham.


“Pengangkatan ini seharusnya menciptakan kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih stabil dan dapat diprediksi, sekaligus memberikan ketenangan kepada pasar obligasi dan saham.”, tuturnya.


Sementara itu, ekonom Bank Danamon Irman Faiz menyoroti pekerjaan rumah yang harus segera dihadapi Suahasil: “Suahasil harus menentukan langkah terhadap kebijakan tidak konvensional Purbaya dalam mengelola dana cadangan pemerintah yang ditempatkan di bank-bank komersial milik negara, bukan di bank sentral.”,tegasnya.


Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pengangkatan Suahasil membawa harapan terhadap kebijakan yang lebih stabil, tetapi juga disertai tantangan besar. Pengalaman panjangnya harus diterjemahkan menjadi keputusan yang tegas, konsisten, dan terukur.


Keberhasilan Menteri Keuangan yang baru tidak ditentukan oleh seberapa sering pernyataannya menjadi judul berita. Ukurannya adalah seberapa besar kebocoran negara dapat ditutup, jaringan penyelundupan dibongkar, aparat yang menyalahgunakan kewenangan ditindak, dan perkembangan penanganannya disampaikan secara transparan.

Jika langkah tersebut dijalankan, pergantian dari Purbaya kepada Suahasil bukan sekadar rotasi jabatan. Transisi ini dapat menjadi awal perubahan dari komunikasi yang penuh gimik menuju kerja institusional yang lebih substansial, transparan, dan berpihak pada kepentingan negara.

Kolom Komentar Pembaca

Tuliskan tanggapan Anda mengenai berita ini: