JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut hasil Sensus
Ekonomi 2026 dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk membaca peluang bisnis
baru. Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, data yang dihimpun
melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi navigasi bagi pelaku usaha dalam
menentukan lokasi ataupun jenis bisnis yang masih memiliki ruang untuk
dikembangkan. Pelaku usaha, misalnya, dapat melihat struktur dan jumlah usaha
yang telah beroperasi di suatu wilayah.
Dari peta tersebut, mereka bisa mengidentifikasi kebutuhan
yang belum tersedia dalam rantai pasok setempat. “Artinya kalau nanti pelaku
usaha melihat peta dari struktur usaha yang ada di suatu wilayah, bisa melihat
potensi bisnis yang bisa tercipta dari melihat data tersebut,” jelas Amalia
dalam podcast Bisnis Indonesia.
Amalia mencontohkan ada daerah yang memiliki banyak usaha
garmen, industri kaus kaki, serta industri pakaian jadi. Namun, di wilayah itu
belum terdapat usaha penunjang seperti industri pewarnaan pakaian, kancing
ataupun benang
Peluang serupa juga dapat ditemukan pada sektor lain. Sebagai
contoh, banyak wilayah penghasil padi yang belum memiliki fasilitas
penggilingan. Apabila padi harus dikirim ke daerah lain untuk diolah menjadi
beras, kondisi itu menunjukkan adanya peluang untuk membangun usaha
penggilingan padi di daerah asal. “Nah jadi artinya peluang bisnis itu bisa
terbaca dari peta ekonomi yang disajikan dari hasil sensus ekonomi,” jelasnya.

Kolom Komentar Pembaca
Tuliskan tanggapan Anda mengenai berita ini: