JAKARTA – Pengusaha nasional asal Kalimantan Selatan, Andi
Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, meninjau langsung progres
pengerjaan megaproyek cetak sawah di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten
Merauke, Papua Selatan.
Kunjungan lapangan ini dilakukan guna memastikan seluruh
tahapan pembangunan infrastruktur pendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) di
sektor ketahanan pangan tersebut berjalan sesuai target waktu yang
direncanakan.
Melalui Jhonlin Group, Haji Isam dipercaya pemerintah untuk
menggarap pembukaan lahan pertanian skala besar, pembangunan jaringan tata air,
serta akses jalan logistik. Saat ini, hamparan lahan di kawasan Wanam
dilaporkan mulai menghijau dan tengah dipersiapkan secara matang menjelang
agenda tanam perdana.
Dengarkan Suara dan Harapan Warga Adat
Di sela-sela peninjauan fisik proyek, Haji Isam menyempatkan
diri mendatangi pemukiman warga untuk berdialog secara tatap muka dengan
masyarakat adat setempat.
Langkah ini diambil untuk membangun komunikasi dua arah yang
inklusif, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi, keluh kesah, hingga harapan
masyarakat lokal terkait dampak kehadiran proyek skala besar di wilayah ulayat
mereka.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, ia juga
memberikan edukasi mengenai pentingnya transformasi sektor pertanian modern di
Papua.
Kehadiran proyek ini diharapkan mampu memacu roda perekonomian
daerah, membuka lapangan kerja baru bagi putra daerah, serta memperkuat
ketahanan pangan nasional.Meski proyek ketahanan pangan ini terus dikebut demi
mengejar target swasembada nasional, pelaksanaan PSN di Merauke tetap tidak
lepas dari pengawasan elemen masyarakat sipil.Sejumlah organisasi
kemasyarakatan, termasuk Masyarakat Peduli Suku Indonesia (MPSI), terus
mengingatkan pentingnya aspek keadilan bagi masyarakat adat dalam pemanfaatan
lahan ulayat.
Pihak-pihak terkait didorong untuk memastikan bahwa
modernisasi ini tidak sampai menggerus ruang hidup, hutan adat, serta sektor
penghidupan tradisional yang telah dijaga turun-temurun oleh warga asli Papua.
Oleh karena itu, pendekatan dialog langsung secara personal
yang dilakukan Haji Isam di Kampung Wanam dinilai krusial.
Pendekatan persuasif ini diharapkan menjadi jembatan
komunikasi yang efektif demi menghormati hak-hak dasar masyarakat adat,
meminimalisasi potensi konflik agraria, sekaligus menciptakan keseimbangan
antara pembangunan nasional dan kesejahteraan warga lokal.

Kolom Komentar Pembaca
Tuliskan tanggapan Anda mengenai berita ini: