JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) menggandeng Badan Siber
dan Sandi Negara (BSSN), Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia
(Peruri) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. untuk mendukung tahapan
pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE 2026) di seluruh wilayah Indonesia. Kepala
BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan kolaborasi antar lembaga ini
menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga kerahasiaan data pribadi
masyarakat yang dihimpun selama proses SE 2026.
Kolaborasi itu mencakup penguatan keamanan siber, keandalan
infrastruktur digital, serta perlindungan keamanan data pribadi. Kemudian
setelah terkumpul, seluruh data pribadi masyarakat akan disimpan di server
internal khusus BPS. Langkah ini menjadi upaya pemerintah untuk menjawab
tantangan transformasi digital, salah satunya adalah ancaman serangan siber
seperti peretasan.
Lebih lanjut, Amalia juga menegaskan pelaksanaan SE 2026 turut berpedoman pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Dia menyatakan hasil akhir sensus hanya akan disajikan dalam bentuk data agregat atau kelompok. Artinya, identitas atau data pribadi responden seperti nama perorangan atau usaha individu tidak akan dipublikasikan.

Kolom Komentar Pembaca
Tuliskan tanggapan Anda mengenai berita ini: