Kemerdekaan bukan hanya tentang bebas dari penjajahan bangsa
asing. Kemerdekaan juga berarti bangsa ini mampu berdiri tegak dan berdaulat,
serta terbebas dari mereka yang menggerogoti Indonesia dari dalam.
Dulu para pejuang melawan penjajah dengan darah dan nyawa.
Hari ini medan perjuangan telah berubah. Kita menghadapi korupsi, manipulasi
ekonomi, pengemplangan pajak, disinformasi, propaganda, politik adu domba,
serta kepentingan oligarki dan asing yang dapat melemahkan kedaulatan negara.
Indonesia harus merdeka dari mentalitas “londo ireng”—bukan
soal ras atau warna kulit, tetapi metafora bagi anak bangsa yang menikmati
kekuasaan dan kekayaan dari negeri ini, namun ketika kepentingannya terganggu
justru menjelek-jelekkan bangsanya sendiri, menghasut masyarakat, dan
memelihara perpecahan.
Merdeka dari mereka yang mengemplang pajak dan merugikan
penerimaan negara, tetapi berusaha membangun citra seolah-olah paling berjasa
melalui CSR. Jangan sampai yang diberikan kepada masyarakat hanya sebagian
kecil dibandingkan kewajiban kepada negara yang dihindari.
Merdeka dari mentalitas komprador—mereka yang rela menjual
kepentingan nasional, mengumbar informasi dan kelemahan negaranya sendiri
kepada pihak asing demi kepentingan pribadi, kelompok, pendanaan, ataupun
keuntungan sesaat.
Merdeka pula dari mereka yang tidak pernah selesai dengan
kekalahan politik. Kalah dalam pemilu adalah bagian dari demokrasi. Kritik
terhadap pemerintah adalah hak setiap warga negara. Tetapi kritik berbeda
dengan disinformasi, fitnah, propaganda, dan politik adu domba demi kepentingan
oligarki.
Di era digital, penjajahan dan adu domba tidak selalu datang
dengan kapal perang dan senjata.
Ia bisa datang melalui uang, algoritma, propaganda, buzzer,
operasi informasi, manipulasi persepsi, kepentingan ekonomi, dan eksploitasi
perpecahan masyarakat.
Karena itu, perjuangan mempertahankan kemerdekaan belum
selesai.
🇮🇩 Dirgahayu
Republik Indonesia ke-81.
Merdeka dari penjajahan.
Merdeka dari korupsi dan manipulasi.
Merdeka dari pengemplangan pajak.
Merdeka dari politik adu domba.
Merdeka dari kepentingan oligarki dan komprador.
Merdeka dari siapa pun yang menjual kepentingan bangsanya
sendiri.
INDONESIA BERDAULAT. INDONESIA BERSATU. INDONESIA MAJU. 🇮🇩

Kolom Komentar Pembaca
Tuliskan tanggapan Anda mengenai berita ini: